• Program Kerja
Komnas Perempuan |
|
|
| • PHOTO GALLERY |
 |
|
|
|
| • AGENDA |
 |
|
May 2012
| M |
T |
W |
T |
F |
S |
S |
| | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |
| 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 |
| 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 |
| 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 |
| 28 | 29 | 30 | 31 | EC |
|
|
|
Keluarga Besar Komnas Perempuan Mengucapkan Selamat Merayakan Kenaikan Isa Almasih
“TABUR KECINTAAN DALAM KEBERAGAMAN”
|
|
| • ARSIP BERITA |
 |
|
|
|
| •
PENDAPAT PAKAR
|
 |
|
|
|
| • RAGAM |
 |
|
SUARA MASYARAKAT
“Hentikan Hukuman Fisik dan Penyiksaan bagi Tahanan”
Masyarakat menilai bahwa hukuman fisik dan penyiksaan masih sering dialami para tahanan. Masyarakat juga melihat, para tahanan perempuan memiliki kerentanan lebih besar untuk mengalami penyiksaan dan pengabaian hak. Apalagi kata mereka tentang hukuman fisik dan penyiksaan terhadap para tahanan yang…
|
Rekrutmen Koordinator dan Staf di Komnas Perempuan
Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) didirikan berdasarkan Keputusan Presiden No.181/1998 dan diperbaharui dengan Peraturan Presiden No.65/2005 memiliki tujuan untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan penegakan hak-hak asasi perempuan.
Untuk mewujudkan terimplementasinya tujuan…
|
| • DISKUSI INTERAKTIF |
 |
|
Meski Indonesia telah meratifikasi Konvensi Menentang Penyiksaan/Convention against Torture (CAT), tindak penyiksaan masih sering terjadi. Tahanan, apalagi perempuan, merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami tindakan ini, baik dari aparat penegak hukum, sesama tahanan atau masyarakat. Menurut Anda, upaya strategis apa yang harus dilakukan untuk melindungi tahanan, terutama perempuan, dari tindak penyiksaan?
|
|